Pada artikel ini akan dibahas mengenai apa itu medan listrik. Arah dan besarnya medan listrik biasanya dinyatakan dengan nilai E, yang disebut kuat medan listrik atau besaran medan listrik. Semakin kecil besar medan listrik, semakin kuat medan listriknya. Memahami nilai pasti E, bagaimanapun, tidak diperlukan untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada medan listrik di dekat titik tertentu. Ini karena efek medan listrik bisa sangat rumit.Misalnya, pertimbangkan pegas. Katakanlah kita menempatkan dua strip pegas unipolar di atas meja, satu di bawah dan satu di atas. Kami kemudian akan menghitung jumlah medan listrik yang ada di titik-titik di mana strip bersentuhan. Perhitungan pertama menghasilkan nilai jarak vertikal antara bagian atas dan bawah pegas. Perhitungan lain memberi kita jarak vertikal antara bagian atas pegas dan area di mana muatan listrik memiliki jarak nol dari bagian bawah.
Apa yang perlu kita lakukan adalah menyelesaikan area di mana muatan vertikal tidak ada. Daerah di mana tidak ada medan listrik akan memberi kita besarnya medan listrik di sepanjang sumbu x. Solusi ini adalah kuadrat selisih antara koordinat sumbu x dan besar muatan sebenarnya. Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa besar medan listrik di dekat pegas akan tergantung pada besar lokasi horizontalnya sepanjang sumbu x, arah radialnya, dan posisinya di atas meja.
Seseorang juga dapat menggunakan rumus seperti yang diturunkan oleh Helmuth Poisson dan lainnya untuk menemukan jumlah medan listrik yang terletak pada permukaan tertentu. Dalam kasus di mana tidak ada energi potensial gravitasi, rumus Poisson memberikan nilai e untuk area di mana medan listrik memberikan gaya. Gaya ini dapat dianggap sebagai gaya elektromagnetik. Ini karena sumber medan listrik mungkin berupa radiasi elektromagnetik.Sejumlah gaya yang berbeda dapat bekerja pada medan listrik tertentu, yang dapat mengakibatkan peningkatan atau penurunan besarnya. Misalnya, ketika dua magnet menghasilkan gaya per satuan muatan magnet, arah tolak-menolak dan tarik-menarik akan menyebabkan peningkatan besar medan listrik di sekitar titik yang sama. Untuk menemukan besarnya gaya ini, kita harus mencari turunan dari medan listrik yang bekerja pada muatan satuan dengan waktu t. Turunan waktu dari gaya per satuan muatan ini hanyalah turunan waktu dari medan listrik dengan selang waktu t, di mana t adalah variabel waktu. Hasil perhitungan seperti itu berguna untuk menentukan nilai integral gaya per satuan muatan dan arahnya, serta lokasi medan listrik tertentu pada permukaan tertentu.
Ketika seseorang belajar lebih banyak tentang sifat-sifat medan listrik, mereka akan menemukan bahwa ini berguna untuk berbagai tujuan. Salah satu contoh bagaimana gaya per satuan muatan medan listrik digunakan adalah dalam studi listrik statis, yang melibatkan medan listrik yang bekerja pada benda yang bergerak. Aplikasi lain melibatkan pengukuran medan magnet statis pada berbagai skala dan ukuran. Ini berguna untuk tujuan yang berkisar dari memahami efek partikel bermuatan pada inti atom hingga gerakan elektron pada atom dan molekul.
